PABRIK BAJU

 

Kaos Yang Dilengkapi Sabuk Pengaman

Kaos Sabuk Pengaman

Di Indonesia, mengemudi mobil tanpa mengenakan sabuk pengaman, siap-siap anda mendapatkan surat merah. Lain halnya di china, dengan sedikit ide kreatif, sang pengemudi dapat menghindari lirikan dari mata seorang petugas.

Kaos yang memiliki gambar seperti sabuk pengaman, yang membuat seolah-olah pengemudi menggunakan seat belat (sabuk pengaman). Bagi beberapa orang, nampaknya menggunakan sabuk pengaman merupakan rutinitas yang mengganggu. Padahal dengan adanya sabuk pengaman dapat menghindari hingga lima kali lipat akibat risiko kecelakaan yang mengakibatkan pengemudi meninggal.

Menurut laporan di China, para petugas lebih jeli di lapangan setelah mengetahui sebuah iklan tentang kaos seat belt di twitter China (SINA WEIBO).

Komentator Twitter Mengenai Kaos Seat Belt

Terlihat dari komentar-komentar positif di twitter tersebut seperti komentar "Kaos ini berguna", "Saya berharap mengetahui hal ini sebelumnya", dsb. Kaos unik ini telah diterima cukup baik di situs sosial itu.

Kaos Seat Belt

Menanggapi hal tersebut, beberapa kantor keamanan lokal di China telah mengeluarkan pernyataan formal kepada publik dalam menanggapi masalah itu, khawatir akan tingkat popularitas kaos unik yang cepet tersebar di dunia internet.

Reaksi Komisi Keselamatan Di Jinan

Komisi keselamatan publik di Jinan menulis " Lalai atau tidak mengenakan sabuk pengaman ketika berkendara meningkatkan risiko kematian ketika kecelakaan terjadi sampai lima kali lipat. Anda hanya memiliki satu kehidupan. Anda tidak harus menganggapnya sepele ".

Departemen kepolisian di Kota Haikou meng-update blog mereka dengan pernyataan yang sama " Mereka yang mengalami kecelakaan lalu lintas dan mengenakan sabuk pengaman, dua kali lebih mungkin untuk bertahan hidup daripada mereka yang tidak mengenakannya ". Risiko cedera yang dialami hingga setengahnya.

Nampaknya dua pernyataan yang dikeluarkan sudah jelas, tapi menurut sumber, 90% pengemudi di China tidak menyadari (mengabaikan) akan perlunya sabuk pengaman ketika berkendara, oleh karena itu lupa (melalaikan) untuk menjalankan kebiasaan tersebut. Akibatnya, kelalaian mengenakan sabuk pengaman merupakan penyebab utama (urutan ke-3) kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan pengemudi meninggal. Selain faktor tersebut, seperti mengemudi dalam keadaan ngebut dan mengemudi dalam keadaan mabuk, mungkin tingkat risiko akan berkurang jika mengenakan sabuk pengaman mereka.

Undang-Undang Keselamatan Lalu Lintas Di China

Namun, bukan berarti di China tidak memiliki perundang-undangan tentang keselamatan lalu lintas. Baik pengemudi maupun penumpang didepan, secara hukum diharuskan untuk mengenakan sabuk pengaman sejak tahun 1993. Hanya saja, sebagian besar orang tidak tahu atau tidak peduli. Statistik menunjukkan kenaikan konstan terkait kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kematian.

Pemerintah China mulai memprioritaskan pada keselamatan lalu lintas sejak dua tahun terakhir ini. Mungkin perlu beberapa waktu lamanya hingga masyarakat menyadari perlu dan bergunanya fungsi sabuk pengaman.

 

 

Harga Seragam Karyawan

Harga seragam karyawan yang semakin bervariasi membuat para pemilik perusahaan harus lebih pandai dalam memilih baju seragam untuk karyawannya. Seragam merupakan identitas dari sebuah perusahaan.

...

konveksi kaos di bandung

Banyak distro-distro maupun toko penjual pakaian yang menjual produk dari konveksi kaos di Bandung. Bandung, kota yang dikenal dengan kecantikan dan ketampanan warganya ini memang

...

Bisnis Baju Murah

Sebagai pelaku bisnis, sangat perlu mengenal betul situasi pasar seperti bisnis baju murah. Selain lokasi sesuai kelasnya, menjual baju dengan harga murah memerlukan strategi yang

...

Konveksi Kemeja Bandung

Jika anda berkunjung ke kota Bandung, maka anda bisa menjadikan produk dari konveksi kemeja Bandung sebagai buah tangan kepada orang-orang yang anda sayangi. Memberikan buah

...
 
Johan Renaldi
 
0818 616 200
 
0811 249 256
 
 
Yessie
 
0818 616 800
 
 
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.