PABRIK BAJU

 

H & M Setuju Mendanai Perbaikan Di Bangladesh

H & M  Di Bangladesh

Swedia - H & M sebagai perusahaan ritel pakaian terbesar kedua didunia, juga dikenal sebagai perusahaan yang menjual pakaian dengan harga murah. H & M merupakan salah satu perusahaan ritel yang setuju untuk mendanai perbaikan-perbaikan fasilitas keselamatan di pabrik garmen bangladesh.

Beberapa perusahaan ritel pakaian terbesar akan diminta untuk membantu membayar perbaikan-perbaikan pabrik di bangladesh, dimana insiden ini terjadi hampir tiga minggu sejak pencarian korban bencana terburuk di industri garmen dalam sejarah, yang berakhir pada hari senin dan menelan korban jiwa hingga 1.127 korban.

(Senin 13/05/2013) Pemerintah bangladesh menyetujui untuk memberikan izin kepada pekerja garmen untuk membentuk seikat buruh walaupun tanpa izin dari para pemilik. Selain itu juga, pemerintah mengubah undang-udang ketenagakerjaan thn 2006 dan menghapus pembatasan mengenai pembentukan serikat pekerja disebagian besar industri. Keputusan ini diumumkan sehari setelah mengumumkan rencana untuk menaikkan UMR di industri Bangladesh.

Runtuhnya Industri Garmen Di Bangladesh

Runtuhnya bangunan Rana Plaza yang memiliki delapan lantai (24/04/2013) menyebabkan seluruh dunia lebih fokus dan memberikan perhatian pada kondisi berbahaya dalam industri garmen di Bangladesh. Seperti yang diketahui, pekerja garmen yang menjahit pakaian dengan diberi gaji yang sangat murah dan pakaian tersebut berakhir di rak-rak toko diseluruh dunia, termasuk Amerika serikat dan Eropa Barat.

Sebelum insiden runtuhnya pabrik garmen Rana Plaza, juga pernah terjadi kebakaran di pabrik garmen lainnya. Insiden tersebut terjadi pada bulan november tahun lalu.

Perusahaan raksasa ritel pakaian (H&M) merupakan pembeli terbesar pakaian dari Bangladesh. Selain H&M, 3 perusahaan ritel besar lainnya seperti C&A dari Belanda, Primark dari Inggris dan Zara dari Spanyol mengatakan akan mendukung dalam kesepakatan (ILO) Organisasi Buruh International. Kesepakatan ini antara lain mengenai faktor keselamatan untuk para tenaga kerja setelah runtuhnya Rana Plaza (24/04/2013).

Dalam kesepakatan ini, mereka (4 Perusahaan tersebut) harus berhenti berbisnis dengan pabrik yang menolak untuk melakukan perbaikan keselamatan tenaga kerja.

Selain mereka, dua perusahaan lainnya setuju dan sepakat mengenai kesepakatan tersebut diantaranya PVH (Calvin klein, Tommy hilfiger, dan Izod) juga peritel Tchibo dari Jerman.

Perusahaan ritel lainnya menolak untuk menandatangani, mereka mengeluh bahwa rencana tersebut akan mengikat secara hukum dan mengeluarkan biaya yang mahal.

 

 

Tips Memilih Jaket Motor

Sebelah helm, jaket motor adalah salah satu bagian paling penting dari peralatan dan kuda pakaian luar akan memiliki. Memang benar bahwa kulit jaket motor memiliki

...

Jaket Murah Berkualitas

Jaket merupakan sebuah kebutuhan yang sangat penting bagi seseorang, peminat akan jaket murah berkualitas saat ini pun meningkat tajam. Selain sebagai penghangat tubuh saat kita

...

Garment Baju

Perkembangan bisnis garment baju di indonesia tak lain karena perkembangan di dunia fashion yang dinamis. Industri garment baju di tanah air mulai berkembang sekitar tahun

...

Pesan Seragam Kantor

Ketika anda berkarir sebagai pekerja di sebuah perusahaan, terkadang anda akan pesan seragam kantor kepada seorang penjahit atau konveksi yang memproduksi seragam untuk kantoran. Dalam

...
 
Johan Renaldi
 
0818 616 200
 
0811 249 256
 
 
Yessie
 
0818 616 800
 
 
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.